warga Kota Dumai, Riau, menemukan dua bangkai ikan duyung atau dugong di tepi pantai

Bangkai Dugong pertama ditemukan warga di tepi Pantai Puak pada Rabu (9/1/2019). Keesokan harinya, Kamis, ditemukan satu lagi di Pantai Pulai Bungkuk Indah. Yang ini saya melihat langsung di lokasi, kedua bangkai mengapung di air tepi pantai,” sebut Putra.

Penemuan bangkai dugong pun menarik perhatian warga.
Sebab, dugong cukup sulit ditemukan dan sudah langka.
Putra mengatakan, bangkai mamalia langka ini ditemukan sudah membusuk. Namun, tidak ada ditemukan bekas luka di tubuh satwa dilindungi tersebut.

Biasanya kalau mati karena jaring atau tertabrak kapal, badannya akan luka-luka. Mungkin saja karena sebab lain matinya,” kata Putra.
“Bisa jadi karena limbah, karena kondisi air kehitaman gitu,” tambahnya.

Putra mengaku pada awal melihat bangkai Dugong itu, ia sempat menduga bangkai tersebut adalah kayu.
“Awalnya saya sangka kayu. Karena badannya sudah menghitam gitu. Setelah kita dekati, rupanya Dugong mati. Jadi kita bawa ke pinggir pantai yang kemudian menjadi tontonan warga,” ujarnya.

Untuk diketahui, ikan dengan nama latin Dugong dugon ini, adalah satwa yang dilindungi UU Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Hayati dan Ekosistemnya.

Secara terpisah, Humas Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Riau Dian Indriati saat dikonfirmasi mengaku belum mendapat laporan.

“Sejauh ini belum ada laporan. Setau saya belum ada lagi. Kami juga sedang mencari informasinya. Coba konfirmasi ke Bidang Wilayah II BBKSDA Riau, yang menangani wilayah itu,” ujar Dian saat dihubungi Kompas.com, Sabtu.

Meski demikian, dia mengatakan bahwa sebelumnya BBKSDA Riau sudah pernah melakukan sosialisasi ke masyarakat terkait keberadaan Dugong di laut Dumai tersebut.

Kepala Bidang Wilayah II BBKSDA Riau Heru Sutmantoro saat dikonfirmasi Kompas.com, juga mengaku belum mendapat laporan.
“Kami masih perintahkan petugas lapangan untuk melakukan pengecekan,” kata Heru.

  • 1.1K
    Shares